Minggu, 20 November 2011

Materi iman kepada kitab

BAB II

IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH


 

  1. STANDAR KOMPETENSI : Meningkatkan Keimanan Kepada Kitab-Kitab Allah SWT
  2. KOMPETENSI DASAR :

2.1. Menjelaskan pengertian Iman kepada kitab-kitab Allah

Indikator

 
  • Menjelaskan pengertian iman kepada Kitab-kitab Allah SWT
  • Membaca dalil naqli tentang Kitab-kitab Allah SWT
  • Menjelaskan perbedaan kitab dengan suhuf


 

2.2. Menyebutkan nama kitab-kitab Allah SWT yang diturunkan kepada para rasul

Indikator

 
  • Menyebutkan nama-nama Kitab-kitab Allah beserta para rasul yang menerimanya
  • Menyebutkan suhuf-suhuf yang diturunkan kepada para Nabi dan Rasul
  • Menyebutkan isi pokok dari Kitab-kitab Allah

2.3. Menampilkan sikap mencintai AlQuran sebagai kitab Allah


 

Indikator

 
  • Membiasakan diri tadarus al-Qur'an
  • Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan ajaran al-Qur'an


 

  1. STRATEGI PEMBELAJARAN
    1. Guru menggunakan metode active learning
    2. Diskusi
    3. Penugasan

      Langkah-Langkah : Guru membagi siswa menjadi 8 kelompok

      Kelompok 1. Bertugas menenaah dan menemukan pengertian iman kepada kitab Allah dengan dalil naqlinya

      Kelompik 2. Bertugas mencari perbedaan suhuf dengan kitab

      Kelompok 3. Bertugas mennemukan suhuf-suhuf yang diturunkan kepada para nabi dan rasul

      Kelompok 4. Bertugas mencari dan menyebutkan nama-nama kitab Allah beserta Rasul Penerimanya

      Kelompok 5 bertugas menemukan isi pokok Kitab-kitab Allah

      Kelopmok 6 bertugas menemukan fungsi nberiman kepada kitab-kitab Allah


       


       


       

  2. MATERI PEMBELAJARAN


 


 

  1. PENGERTIAN IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH


 

Iman kepada kitab-kitab Allah ialah menyakini bahwa Allah SWT menurunkan beberapa kitab kepada beberapa Rasul-Nya melalui malaikat Jibril untuk dijadikan pedoman hidup manusia, guna mencapai keselamatan hidup manusia di dunia dan akhirat.

Di dalam Al Quran iman kepada kitab-kitab Allah ini dapat kita fahami dari firman Allah antara lain dalam surat Al Baqarah ayat 213 yang berbunyi :



 


 


 


 


 


 


 


 

Artinya :

… dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan benar untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang kitab itu, melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka kitab yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendakNya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendakinya kepada jalan yang lurus. (Al Baqoroh : 213)


 

  1. KITAB DAN SUHUF


 

Kitab ialah firman Allah atau wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi atau Rasul yang tersusun dan tertulis dalam sebuah kitab.

Suhuf adalah lembaran-lembaran yang belum tersusun atau tulisan firman Allah yang masih terpisah-pisah.

Seperti suhuf Nabi Ibrahim, dan suhuf Nabi Musa, sebagaimana firman Allah yang berbunyi :


 


 

Artinya :

Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam suhuf-suhuf terdahulu yaitu suhuf-suhuf Ibrahim dan Musa. (QS. Al A'la : 18 – 19 ).

Jumlah Suhuf ialah

50 suhuf (lembaran) diturunkan ke Nabi Syis As.

30 suhuf kepada Nabi Idris As.

10 suhuf kepada Nabi Ibrahim As.

10 suhuf sebelum Taurat kepada Nabi Musa As.


 

Para Nabi dan Rasul yang menerima kitab-kitan Allah SWT.

  1. Nabi Musa As, menerima Kitab Taurat

    Kitab Taurat disebutkan dalam firman Allah SWT yang berbunyi :



     

    Artinya :

    Sesungguhnya Aku telah menurunkan kepada Nabi Musa kitab Taurat yang mengandung petunjuk bimbingan kepada kebenaran dan cahaya.


     

  2. Nabi Daud As, menerima Kitab Zabur.

    Firman Allah dalam Alquran menjelaskan



     

    Artinya :

    Aku telah memberikan kitab zabur kepada Daud.


     

  3. Nabi Isa As, menerima Kitab Injil.

    Firman Allah dalam Alquran menjelaskan



     

    Artinya

    .... Dan Kami telah memberikan kepadanya (Nabi Isa) Injil, sedang didalamnya (terdapat) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) ...".

  4. Nabi Muhammad SAW, menerima Kitab Alquran.

    Firman Allah dalam Alquran menjelaskan


     



     


     


     


     


     

    (ال عمران : 2-3)

    Artinya :

    "Allah, Tidak ada Tuhan melainkan Dia yang hidup kekal lagi senantiasa berdiri sendiri. Dia menurunkan kitab (Alquran) kepadamu dengan sebenar-benarnya, membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya, dan menurukan kitab Taurat dan Injil. Sebelum (al Qur'an) menjadi petunjuk bagi manusia dan Dia menurunkan Al Furqon .... (QS. Ali Imron : 1-3)

    Wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada para Nabi dan Rasul, baik yang terhimpun dalam suhuf maupun kitab merupakan satu kesatuan yang bulat terus menerus dari satu nabi ke nabi yang lain, untuk menuju kearah kesempurnaan Agama Allah SWT yang satu yaitu Agama Islam.

        Semua kitab suci mempunyai pokok ajaran yang sama yaitu mengajarkan tentang ke Esaan Allah dalam dzat dan sifatnya. Juga dalam kitab tersebut memuat tentang kebahagiaan yang kekal bagi hamba yang beriman dan taqwa kepada Nya serta ancaman siksa neraka bagi yang mengingkarinya.


     


     


     


     

KANDUNGAN KITAB ALLAH

Adapun kandungan kitab Allah yang empat itu adalah :

  1. Kitab Taurat

    Kandungan Kitab Taurat adalah :

    1. Kewajiban menyakini keesaaan Allah.
    2. Larangan menyembah berhala
    3. Larangan menyebut nama Allah dengan sia-sia
    4. Supaya mensucikan hari Sabtu (Sabat)
    5. Menghormati kedua orang tua
    6. Larangan membunuh sesama manusia tanpa alasan yang benar
    7. Larangan berbuat zina
    8. Larangan mencuri
    9. Larangan menjadi saksi palsu
    10. Larangan mencuri Larangan mengambil hak orang lain.

    Seluruh isi kitab ini kemudian dinamakan Sepuluh perintah Allah atau the ten commandemen.

    1. Kitab Zabur

      Kandungan Kitab Zabur adalah kumpulan nyanyian dan pujian kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan. Juga berisi dzikir, doa, nasehat dan kata-kata hikmah.

    2. Kitab Injil

      Kitab Injil memuat beberapa ajaran pokok antara lain :

      1. Perintah agar kembali kepada tauhid yang murni.
      2. Ajaran yang menyempurnakan kitab Taurat.
      3. Ajaran hidup sederhana dan menjauhi sifat tamak.
      4. Pembenaran terhadap kitab-kitab yang terdahulu.
    3. Kitab Al Qur'an

Kandungan Al Qur'an secara global adalah :

  1. Tauhid yakni ajaran tentang keimanan kepada Allah SWT.
  2. Ibadah yakni hubungan seorang hamba kepada kholiqnya.
  3. Akhlak yakni hubungan antar sesama manusia.
  4. Hukum yakni ajaran mengenai cara mengatur hubungan seseorang dengan orang lain sehingga kehidupan menjadi teratur.
  5. Mu'amalah yakni mengatur tata cara hubungan manusia dengan manusia dan yang lainnya.
  6. Sejarah umat manusia di masa lalu, untuk dijadikan pelajaran, karena kehidupan masa lalu itu terulang pada masa kita.


 


 


 


 


 

  1. FUNGSI IMAN KEPADA KITAB ALLAH


 

  1. Dalam kehidupan perlu pedoman yang lebih tinggi dari hasil karya manusia.

    Manusia diciptakan oleh Allah SWT ada yang mempunyai sifat sombong, hal ini dapat kita periksa dari sejarah Umat nabi-nabi sebelum nabi Muhammad SAW, misalnya betapa sombongnya umat Nabi Nuh AS, sehingga akhirnya ditenggelamkan oleh Allah SWT. Apalagi pada waktu sekarang di mana manusia sudah menguasai teknologi tinggi seperti membuat satelit di angkasa luar, membuat senjata nuklir dsb. Dalam segala bidang, kemajuan teknologi semakin mapan dan mengagumkan. Kemajuan manusia melalui IPTEK yang dimilikinya jika tidak dilandasi ajaran agama akan menimbulkan kerusakan di muka bumi. Namun sebaliknya dengan berpedoman kepada tuntunan atau pedoman dari Allah SWT yang Maha Esa, maka IPTEK tersebut akan membawa kemaslahatan bagi manusia. Kemajuan teknologi itu tidak mampu menandingi ilmu Allah misalnya tentang roh. Sampai saat ini belum ada yang mampu membuat roh, bahkan menjelaskan apa hakikat roh itu sendiri belum terjawab oleh manusia.

    Di dalam kitab suci Al Qur'an Allah berfirman pada surat Al Isra : 85



     


     


     

    Artinya :

    Dan mereka akan bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah : "Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".

    Ayat ini memberi penjelasan betapa luasnya ilmu Allah dan dari ilmu Allah itu yang diberikan kepada manusia hanya sedikit.

  2. Kitab Allah sebagai petunjuk bagi manusia

    Sebagaimana diketahui bahwa Allah SWT menurunkan beberapa kitab kepada beberapa Nabi-Nya. Semua kitab suci itu diturunkan Allah SWT untuk petunjuk bagi umat manusia. Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa adalah petunjuk bagi umat Nabi Musa pada waktu itu. Demikian juga Injil yang diturunkan kepada nabi Isa. Namun kitab suci Al Qur'an diturunkan bukan hanya untuk kaum Quraisy bangsa Arab saja, melainkan untuk seluruh umat manusia. Hal ini dapat diperhatikan dari Firman Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 138 :



     


     

    Artinya :

    (Al Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petuntuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.

Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa kitab-kitab suci itu diturunkan Allah sebagai petunjuk bagi umat manusia menuju jalan yang diridhai oleh Allah SWT.


 

  1. CARA MEMELIHARA DAN MENUMBUHKAN IMAN KEPADA

    KITAB-KITAB ALLAH.


 

  1. Menyakini bahwa ajaran-ajaran yang terdapat dalam Kitab-kitab Allah khususnya Al Qur'an adalah benar. Terlebih dahulu perlu diyakini bahwa Allah SWT telah menciptakan buat manusia ajaran-ajaran serta hukum-hukum yang diwahyukan kepada para Rasul dan Nabi Nya.

        Di antara ajaran-ajaran dan ketetapan-ketetapan hukum tersebut ada yang dicatat dan dibukukan dalam bentuk Kitab Suci dan diantarannya ada yang tidak dicatat sehingga tidak dapat kita ketahui. Akan tetapi yang jelas bahwa setiap Rasul itu pasti mendapatkan dan menerima ajaran-ajaran berupa wahyu dari Allah yang wajib disampaikan kepada umat dan kaumnya.

        Adapun wahyu Allah yang disampaikan kepada para RasulNya antara lain yaitu Kitab suci Al Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul dan Nabi yang penghabisan. Dengan demikian maka Al Qur'an merupakan kumpulan wahyu Allah yang terakhir.

        Bagaimana cara kita menyakini bahwa Al Qur'an itu betul-betul merupakan wahyu dari Allah ? Kita menyakini bahwa Al Qur'an itu memang wahyu Allah karena :

    1. Tidak mungkin Al Qur'an dibuat atau disusun oleh Nabi Muhammad sendiri, karena beliau adalah seorang yang "Ummi" atau tidak bisa membaca dan menulis.
    2. Al Qur'an begitu indah dan menarik susunan bahasanya, tidak bosan kita membacanya meskipun berulang-ulang, orang yang mendengar bacaan ayat suci Al Qur'an pasti akan terpukau karenanya.
    3. Al Qur'an tidak dapat dipalsukan meskipun hanya satu huruf saja.

        Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa Al Qur'an bukanlah buatan manusia biasa, tetapi betul-betul wahyu dari Allah, justru karena itulah maka tidak seorangpun yang bisa menandingi kefasihan serta keindahan bahasa Al Qur'an.

    Firman Allah dalam Al Qur'an Surat Al Isra ayat 88 yang artinya :

 

    Artinya :

    Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". (Al Isra': 88)


 

  1. Menyakini bahwa Al Qur'an merupakan pedoman hidup umat Islam.

        Selanjutnya perlu kita yakini pula bahwa Al Qur'an itu merupakan tuntunan serta pedoman hidup dan sebagai petunjuk bagi manusia ke arah jalan yang lurus serta membawa keselamatan dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat.

    Firman Allah dalam Al Qur'an :



     


     

    Artinya :

    Sesungguhnya Al Qur'an ini menunjuki jalan yang lebih lurus. (Al Isra': 17)

    Al Qur'an juga merupakan lanjutan dan penyempurnaan terhadap ajaran-ajaran yang dibawa oleh Rasul-rasul sebelumnya, dengan demikian Al Qur'an berisi ajaran dan tuntunan hidup yang telah lengkap dan sempurna, tidak mungkin akan ada penambahan atau pengurangan sampai akhir zaman.

    Disamping itu Al Qur'an adalah satu-satunya Kitab Suci yang masih murni dan asli, seluruh isinya tidak pernah mengalami perubahan baik dulu, sekarang maupun pada waktu yang akan datang. Hal ini dikarenakan Al Qur'an adalah wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad saw dari malaikat Jibril, dan Jibril menerimanya langsung dari Allah SWT, kemudian Nabi Muhammad saw sendiri yang menyampaikan kepada umatnya tanpa perbedaan sedikitpun dari aslinya, lalu wahyu tersebut dihafal dan dicatat kemudian dibukukan seperti apa yang kita miliki sekarang. Di samping itu banyak umat Islam yang hafal Al Qur'an, sehingga jika terjadi pemalsuan akan segera terdeteksi. Bukankah hal ini merupakan suatu hal yang sangat sempurna ?

  2. Mentaati serta melaksanakan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya.

        Al Qur'an memuat dan mengandung segala ketentuan hukum yang sangat diperlukan oleh umat manusia dalam hidup dan kehidupannya.

  3. Memelihara dan menghormati Al Qur'an.

        Oleh karena kita telah yakin bahwa Al Qur'an itu adalah kitab suci umat Islam yang merupakan wahyu dari pada Allah, maka kita wajib memeliharannya dan menghormatinya atau memuliakannya.


     


 


 

  1. PETA KONSEP


     

    IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH


     

    1. Pengertian iman kepada kitab-kitab Allah
    2. Dalil Naqli tentang Iman kepada Kitab-kitab Allah
    3. Beda antara Suhuf dengan Kitab
    4. Kitab-kitab Allah beserta Rasul Penerimanya
    5. Isi Kandungan Kitab-kitab Allah
    6. Fungsi Iman kepada Kitab-kitab Allah


       


       


       


       


     


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar