Minggu, 20 November 2011

Sejarah masuk Islam di Nusantara


SEJARAH MASUKNYA ISLAM DI NUSANTARA

Standar Kompetensi :
·         Memahami sejarah  perkembangan Islam di Nusantar

Kompetensi Dasar :
·         Menceritakan proses masuknya  Islam ke Indonesia
·         Menyebutkan faktor-faktor yang mendukung perkembangan Islam di Indonesia
·         Menceritakan kerajaan-kerajaan di Indonesia

Indikator
·         Menjelasakan sejarah masuknya Islam di Nusantara melalui perdagangan.
·         Menjelasakan sejarah masuknya Islam di Nusantara melalui kegiatan sosial.
·         Menjelasakan sejarah masuknya Islam di Nusantara melalui pengajaran.
·         Menjelasakan sejarah beberapa kerajaan Islam di Jawa
·         Menjelasakan sejarah beberapa kerajaan Islam di Sumatera
·         Menjelasakan sejarah beberapa kerajaan Islam di  Sulawesi

Setrategi pembelajaran
·         Model Pembelajaran active learning
·         Metode pembelajaran
- Diskusi kelompok
      - Penugasan
Guru membagi siswa menjadi 8 kelompok (anggota 5 siswa)
Guru memerintahkan kepada siswa untuk mencari bahan sesuai dengan materi
1.    Kelompok 1 membahas kerajaan Islam Aceh dan Samudra pasai
2.    Kelompok 2  membahas kerajaan Islam Banten
3.    Kelompok 3 membahas kerajaan Islam Cirebon
4.    Kelompok 4 membahas kerajaan Islam Demak
5.    Kelompok 5 membahas kerajaan Islam Pajang
6.    Kelompok 6 membahas kerajaan Islam MataramIslam
7.    Kelompok 7 membahas kerajaan Islam Goa Talo
8.    Kelompok 8 membahas kerajaan Islam Tidore dan ternate
Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi
Guru merangkum hasil diskusi siswa

A.    PROSES MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA
Islam lahir di Mekkah pada tahun 611 M ditandai dengan turunnya ayat Al-Quran yang pertama. Mula-mula ajaran Islam berkembang di Mekkah dan Madinah, kemudian berkembang di seluruh Timur Tengah, Eropa Selatan dan ke Timur hingga ke Indonesia.
Menurut penelitian sejarah terbaru masuknya Islam ke Indonesia pada abad ke 7 M atau 1 H, dibawa oleh pedagang dari Arab. Para saudagar muslim selain berniaga, juga ingin melaksanakan kewajibannya sebagai muslim yakni menyampaikan ajaran Islam kepada orang lain. Sebagai motifasinya adalah hadits Nabi : " Sampaikan apa-apa yang berasal dariku walaupun hanya satu ayat".
Dakwah dari saudagar muslim disambut baik oleh masyarakat, maka dengan cepat ajaran Islam di anut oleh masyarakat. Hal ini disebabkan para saudagar mempunyai sikap yang sopan dan mempunyai keahlian di atas penduduk asli. Mereka mempunyai kebiasaan hidup bersih, rapi dan ramah terhadap orang lain. Islam tidak hanya di anut oleh masyarakat awam tetapi juga di anut oleh sebagian raja-raja. Raja-raja tersebut tidak hanya memeluk Islam tetapi juga ikut menyebarkan dan membantu penyiarannya.
Para saudagar itu lama kelamaan ada yang menetap di Indonesia dengan cara mengawini penduduk asli. Karena perkawinan itu maka pada umumnya keluarga sang istri juga ikut masuk Islam. Berkembangnya Islam di Indonesia mempunyai dampak yang luar biasa. Mereka terbebas dari pemujaan terhadap berhala. Di samping itu mereka juga dapat menikmati hak asasi yang memang sejak dahulu dirindukan oleh umat manusia yakni : kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan.
Dalam waktu singkat, Islam sudah banyak membawa perubahan. Islam telah mempersatukan pemuda dari berbagai suku bangsa antara lain : suku Sumatera, Suku Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan lain-lain. Mereka kumpul dalam satu wadah nasional yang diikat dengan tali persaudaraan yang kokoh.
Perkembangan selanjutnya Islam tidak hanya disiarkan oleh pedagang Arab saja tetapi dari pedagang yang lain pun juga ikut menyiarkan Agama tersebut. Islam berkembang di wilayah pesisir, raja-raja serta pemuka agama menjalin kerjasama yang erat untuk mewujudkan cita-cita yang luhur.

B.     FAKTOR PENDUKUNG ISLAM CEPAT BERKEMBANG DI INDONESIA

Faktor-faktor yang mendukung penyebaran Islam cepat berkembang di Indonesia :
1.      Ajarannya sederhana, mudah dimengerti dan diterima
2.      Syaratnya mudah hanya mengucapkan dua kalimat syahadat
3.      Islam tidak mengenal kasta
4.      Upacara-upacara keagamaan sangat sederhana
5.      Islam disebarkan dengan cara damai yaitu lewat kesenian dan akulturasi budaya
6.      Jatuhnya Majapahit dan Sriwijaya
1.      Perdagangan
2.      Perkawinan
3.      Kesenian
4.      Akulturasi dan Asimilasi budaya
5.      Pondok Pesantren

C.    KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA
1.      Kerajaan Samudra Pasai
Kerajaan ini terletak di sekitar Lhokseumawe Aceh. Raja pertama Samudra Pasai adalah Sultan Malik al Saleh yang memerintah hingga tahun 1297, kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Sultan Muhammad yang dikenal dengan sebutan Sultan Malik al Tahir. Pada masa ini perdagangan di Samudra Pasai semakin ramai dan berkembang menjadi daerah perdagangan dan penyebaran agama Islam. Oleh karena itu Samudra Pasai dikenal sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara.
2.      Kerajaan Aceh
Kerajaan Aceh berdiri pada awal abad ke16. Pendiri kerajaan Aceh adalah Sultan Ibrahim yang dikenal dengan Sultan Mughyat Syah (1514-1528). Aceh semula adalah bagian dari kerajaan Pedir. Kemudian berkembang pesat setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis.
3.      Kerajaan Demak
Demak adalah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kerajaan ini berdiri pada abad ke 15. Letak kerajaan Demak di daerah Bintaro dekat muara sungai Demak. Pusat kerajaan terletak antara pelabuhan Bergota dan Jepara.
Raja yang terkenal pada masa kerajaan Demak adalah :
a.       Raden Patah (1478-1518)
Raden Patah adalah pendiri kerajaan Demak, pada masa pemerintahannya Demak mengalami perkembangan yang sangat pesat.
b.      Pati Unus (1518-1521)
Karena jasanya memimpin armada laut Demak dalam penyerangan ke Malaka, Pati Unus mendapat sebutan Pangeran Sabrang Lor.
c.       Sultan Trenggono
Di bawah pimpinan Sultan Trenggono wilayah Demak semakin bertambah luas. Di bawah pimpinan Fatahillah, Demak berhasil menguasai Sunda Kelapa yang kemudian menjadi Jayakarta atau Jakarta.
4.      Kerajaan Pajang
Kerajaan Pajang adalah bekas kerajaan Demak yang oleh Jaka Tingkir (menantu Sultan Trenggono) dipindahkan dari Demak ke Pajang akibat pemberontakan Aryo Penangsang.
Kerajaan Pajang mengalami kemajuan pesat pada masa Sultan Hadiwijaya yang kemudian digantikan oleh Pangeran Banowo yang kemudian diserahkan kepada Sutawijaya. Oleh Sutawijaya Pemerintahan Pajang dipindahkan ke Mataram.
5.      Kerajaan Mataram Islam
Kerajaan Mataram Islam berdiri tahun 2586 dengan raja pertamanya Sutawijaya. Yang memiliki gelar Panembahan Senopati yang meninggal pada tahun 1601. Pada tahun 1755 sebagaimana isi perjanjian Giyanti, Mataram pecah menjadi dua :
a.       Mataram Timur yang dikenal sebagai Kasunan Surakarta
b.      Mataram Barat yang dikenal sebagai Kasunan Yogyakarta
6.      Kerajaan Banten
Banten semula berada di bawah kerajaan Demak, tetapi ketika Sultan Trenggono wafat, Banten di bawah perintah Faletehan memisahakan diri, dengan raja pertama Faletehan.
7.      Kerajaan Cirebon
Kerajaan Cirebon didirikan oleh Faletehan. Disamping sebagai seorang raja Faletehan juga dikenal sebagai seorang ulama dan terkenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati.
8.      Kerajaan Goa-Tallo (Makassar)
Kerajaan ini semula terdiri dari dua kerajaan yaitu Goad an Tallo, kemudian digabung menjadi Goa-Tallo yang beribukota di Sombaopu. Kerajaan ini mencapai kejayaan pada masa Sultan Hasanuddin.
9.      Kerajaan Ternate
Kerajaan ini berdiri pada abad ke 13 dengan beribukota di Sampalu, Maluku Utara. Kerajaan ternate mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Baabullah yang memiliki wilayah sampai ke Filipina.
10.  Kerajaan Tidore
Kerajaan Tidore berdiri hampir bersamaan dengan Ternate dan hidup bedampingan. Sultan Tidore yang terkenal adalah Sultan Nuku yang luas wilayahnya mencapai Halmahera, Seram, Kai dan Misol Irian.

PETA KONSEP
 


















Kerajaan islam di indonesia
Sumatra
9.      Samudra pasai
10.  Aceh
Jawa
1.      Banten
2.      Cirebon
3.      Demak
4.      Pajang
5.     Mataram Islam
Sulawesi
1.      Goa-talo (makasar)
2.      Ternate
3.      Tidore
Saluran penyebaran Islam di Indonesia
1.      Perdagangan
2.      Perkawinan
3.      Kesenian
4.      Akulturasi dan Asimilasi budaya
5.      Pondok Pesantren


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar